Rabu, 02 Januari 2013

BOTANI JAGUNG


BOTANI JAGUNG
Klasifikasi Tanaman jagung


Tanaman jagung (Zea mays ) dilelasifikasikan sebagai berikut :
Divi                         : Spermatophyta
Sub Divi                : Agiospermae
Kelas                     : Monocotyledonae
Ordo                      : Rhoedelas
Family                   : Cruciferae
Species                 :Zea mays
Morfilogi Tanaman Jagung (zea mays)
a. Akar.
Sistem perakaran jagung terdiri dari akar-akar yang seminal tumbuh ke bawah saat biji berkecambah, akar koronal yang tumbuh ke atas jaringan batang setelah plamula muncul dari akar udara (brace) yang tumbuh dari buku-buku di atas permukaan tanah (Muhadjir,1998).
b. Batang.
Batang jagung beruas-ruas yang jumlahnya bervariasi antara 8-12 ruas. Panjang berkisar antara 60-300cm tergantung dari tipe jagung. Ruas-ruas bagian atas berbentuk agak silinder, sedangkan bagian bawahnya agak bulat pipih. Ruas batang yang telah berkembang menghasikkan tajuk bunga betina atau tongkol (Muhadjir,1998).
Batang jagung tidak berulang tetapi padatdan terisi oleh bekas-bekas pembuluh sehingga memperkuat tegaknya tanaman. Batang jagung beruas-ruas yang jumlahnya bervariasi antara 10-14 ruas, umumnya tak berkecambah, panjang batang berkisar antara 60-300cm tergantung dari jenis jagung (Effendi,1990).
c.  Daun.
Daun jagung muncul dari bu
ku-buku batang, sedangkan pelepah daun metelubugi ruas batang untuk memperkuat batang. Panjang daun bervariasi antara 30-150cm dan lebar 4-15cm dengan ibu tulang daun yang sangat keras . Terdapat lidah daun (ligula) yang transparan yang mempunyaio telinga daun (auriculae) jumlah daun jagung tanaman bervariasi antara 12-18 helai (Muhadjir.1998).
Daun jagung terdiri dari pelepah dan helai daun, memanjang ujung merancang. Pelepah dan helai dibatasi oleh lignia yang bagian menghalagi masuknya air dan emun
d. Buah
Buah jagung terdiri atas tongkol, biji dan daun pembungkus. Biji jagung mempunyai bentuk, warna dan kandungan endosperm yang bervariasi, tergantung pada jenisnya. Pada umumnya jagung memiliki barisan biji yang melibit secara lurus atau berkelok-kelok dan berjumlah antara 8-20 baris biji. Biji jagung terdiri atas tiga bagian utama yaitu kulit biji, endosperm dan embrio (Rukmana, 2004).
Syarat Tumbuh
Tanah
Tanaman jagung tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang banyak karena tanaman ini dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Tanah berpasir dapat ditumbuhi tanaman jagung dengan baik asal cukup air dan hara untuk pertumbuhannya. Tanah berat seperti gramosol dapat ditanami jagung dengan pertumbuhan normal asal aerasi dan draenase dapat diperbaiki (Effendi, 1991).
iklim
Jagung mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dibandingkan dengan tanaman lainnya yang berasal dari jenis yang sama. Jagung berasal dari daerah-daerah tropis namun telah banyak dikembangkan pada daerah sub tropis. Dari berbagai sifat yang dimilikinya, jagung menghendaki hawa yang cukup panas untuk pertumbuhannya sebab pada temperature minimum akan mengganggu perkecambahan dan pada temperature suhu yang maksimum embrio biji jagung dapat rusak. Variasi temperaturnya adalah 90C – 100C untuk temperature minimum, 230C – 270C untuk temperature optimum 400C – 440C untuk temperature maksimumnya (anonym, 1993).
Cahaya Matahari
Jagung selama pertumbuhannya harus mendapat sinar matahari yang cukup, sebab tanaman jagung yang ternaungi akan menghambat perkembangan dan pertumbuhannya sehingga dapat memberikan hasil yang kurang maksimal (Effendi, 1991).
pH dan Topografi
Jagung dapat tumbuh pada pH tanah antara 5,5 – 7,0 dan tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 0-1300 Mdpl. Tanah yang kemiringannya tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan melintang searah kemiringan tanah dengan maksud mencegah erosi pada waktu terjadi hujan (Suprapto, 1990).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya Disini...................