Sabtu, 01 Desember 2012

KOMPONEN PENYUSUN BAHAN ORGANIK

Komponen Penyusun Bahan Organik

Bahan organik terbentuk dari beberapa bentuk karbon organik, meliputi:
1.    karbon organik yang menyusun organisme hidup (makro, meso dan makro organisme),
2.    karbon organik yang menyusun jaringan organisme yang sudah mati tetapi belum terdekomposisi atau masih utuh,
3.    karbon organik yang menyusun bahan organik yang sedang dalam proses dekomposisi aktif, dan
4.    karbon organik yang menyusun bahan hasil dekomposisi yang bersifat lebih resisten yang disebut humus.
Humus terdiri dari zat humat dan zat bukan humat. Zat humat terdiri dari asam fulvat, asam humat dan humin.


Perbedaan Asam Humat, Asam Fulvat dan Humin
Humus terdiri dari beberapa komponen, yaitu: asam humat, asam fulvat dan humin. Ketiga komponen penyusun humus ini dibedakan berdasarkan kelarutannya dalam asam kuat dan basa kuat. Asam fulvat bersifat larut baik dalam Basa Kuat seperti KOH atau NaOH maupun dalam asam kuat seperti HCl. Asam humat hanya larut dalam basa kuat dan tidak larut dalam asam kuat. Sedangkan humin tidak larut baik dalam basa kuat maupun dalam asam kuat.

Perbedaan Warna antara Asam Fulvat, Asam Humat dan Humin
Berdasarkan warna larutannya seperti terlihat pada gambar dibawah ini, bahwa warna dari asam fulvat berkisar warna coklat kekuning-kuningan sampai berwarna kuning cerah, sedangkan asam humat berwarna coklat gelap sampai berwarna abu-abu hitam, dan humin berwarna hitam pekat.
 Berdasarkan intensitas warna antar

Model Struktur Kimia
Struktur kimia dari asam humat dan asam fulvat diilustrasikan dalam model struktur kimia berikut ini.
 Model struktur kimia dari asam humat lebih kompleks dibandingkan model struktur kimia asam fulvat.

Komposisi Kimia
Kandungan unsur karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) dari asam humat dan asam fulvat disajikan dalam tabel dibawah ini.
 Kandungan unsur karbon (C) dan Nitrogen (N) pada asam humat lebih banyak daripada asam fulvat, akan tetapi kandungan oksigen (O) pada asam fulvat lebih banyak daripada asam humat. Banyaknya kandungan oksigen tersebut berkaitan erat dengan gugus fungsional karboksilat pada asam fulvat yang lebih banyak daripada pada asam humat.

Gugus Fungsional
Kandungan gugus fungsional yang ada dalam asam humat dan asam fulvat, meliputi gugus: karboksil, fenol, alkohol, quinon, keton dan metoksil. Jumlah mol dari setiap gugus fungsional tersebut dalam setiap kg asam humat dan asam fulvat disajikan dalam tabel berikut.
 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pada asam humat lebih banyak kandungan gugus fenol daripada asam fulvat, sedangkan pada asam fulvat lebih banyak kandungan gugus karboksil daripada asam humat. Asam fulvat lebih reaktif dibandingkan asam humat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya Disini...................