Rabu, 07 November 2012

BUDIDAYA LABU SIAM


Budidaya Labu Siam

Latin: Sechium edule Inggris: Chayote Cultivar: Lokal
 
Tanaman labu tergolong mudah ditanam, tersebar di berbagai belahan dunia. Dataran tinggi berhawa dingin maupun dataran rendah berhawa panas tidak menjadi hambatan. Daerah dengan ketinggian 200-1000 m dpl paling cocok ditanami labu siam. Ia mampu berantisipasi terhadap kekurangan maupun kelebihan air.
Labu dapat tumbuh optimal pada tanah kering dan berdrainase serta aerasi baik, gembur, serta kaya bahan organic. Pada pH 5-6,5 cocok tumbuh.
Pengolahan Tanah
Tanah yang sudah diolah dengan pencangkulan 2 kali hingga gembur diberi pupuk kandang dan ditaruh di sekitar lubang tanam. Tanah tidak perlu dibedeng atau gulud. Akan tetapi dibuat parit kecil di sekeliling lahan dan diantara beberapa baris tanaman.
Penanaman
Masukkan biji yang telah bertunas dari buah labu siam tua ke dalam lubang dengan jarak tanam 4×4  cm, dengan 2-3 biji per lubangnya.
Pemeliharaan
Penyulaman tanaman dilakukan pada tanaman yang tidak sehat pertumbuhannya dengan bibit baru yang kira-kira umurnya sama, dilakukan satu minggu setelah tanam. Penyiangan gulma sebelum tanaman labu tumbuh merambat atau menjalar dan mengurangi bahaya hama dan penyakit tanaman.
Setelah tanaman mengeluarkan sulur, perlu dibuat para-para dengan menggunakan belahan bambu yang ditancapkan di sekitar batang dengan tinggi bambu atau kayu 1,5 m. Setiap bambu dijadikan tiang rambatan menyambung ke bambu lainnya di bagian atas. Kemudian ditambahkan lagi bambu dengan posisi melintang dan membujur agar bidang kotak menjadi sekitar 30×30 cm atau 50×50 cm.
Pemangkasan dilakukan pada tanaman berumur 3-6 minggu, pemangkasan dilakukan pada cabang agar tunas menyebar dengan baik sehingga buah tumbuh merata dan baik. Cabang tua yang tidak tumbuh memanjang lagi dipotong ujungnya agar tumbuh tunas baru. Daun-daun yang sudah tua juga dipotong.

Pemupukan
Kebutuhan pupuk kandang adalah 5 kg per lubang tanam. Rekomendasi pupuk anorganik tambahan untuk labu siam menurut Maynard and Hoomuth (1999) adalah sebagai berikut:
Umur
Urea
SP36
ZA
KCl
Kg/hektar/musim tanam
Sebelum Tanam
149
250

72
2 minggu setelah tanam
56


27
4 minggu setelah tanam
56


27
6 minggu setelah tanam
56


27
8 minggu setelah tanam
56


27
Hama dan Penyakit Tanaman
Pengendalian hama dilakukan apabila diperlukan saja seperti serangan yang sering menyerang yaitu ulat grayak dan kepik dapat diatasi dengan penyemprotan insektisida marshall 200 EC 3,75 ml/l atau sevin 85 SP dengan dosis 3 gr/l.
Sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah cendawan fusarium atau layu fusarium dilakukan peyemprotan fungisida antracol 70WP.
Panen
Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan setelah tanam tergantung tingkat perkembangan buah yang diinginkan. Cara pemanenan dapat dilakukan dengan pemotongan tangkainya menggunakan pisau, tetapi jangan sampai jatuh karena kulitnya mudah lecet sehingga dapat mengurangi mutunya.