Kamis, 26 Juli 2012

MANAJEMEN AGRIBISNIS

KONSEP DASAR MANAJEMEN
 AGRIBISNIS

Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain, sementara menurut Stoner manajemen adalah proses perencanaan, penggorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Secara umum manajer berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber sumber daya organisasi. Seperti halnya manajemen dapat diketemukan di semua organisasi, manajer ada dalam semua tipe organisasi. Ada banyak tipe manajer dengan tugas – tugas dan tanggung jawabnya. Tingkatan manajemen akan membagi manajer menjadi tiga golongan yaitu 1). Manajer lini – pertama yaitu tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi, yang mempimpin dan mengawasi tenaga – tenaga operasional, 2). Manajer menengah yaitu para manajer yang berada diatas manajer lini sehingga sering disebut dengan pimpinan, mador dan supervisor, 3). Manajer puncak merupakan klasifikasi jabatan tertinggi dalam  suatu perusahaan dimana memiliki  tanggung jawab terhadap keseluruhan manajemen perusahaan/organisasi.
Fungsi manajemen terbagi menjadi 4 diantaranya yaitu perencanaan yaitu rencana – rencana yang dibutuhkan untuk memberikan kepada organisasi tujuan – tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik untuk pencapaian tujuan tujuan itu. Penggorganisasian yaitu penentuan sumber - sumber daya, perancangan, dan penunggasan tanggung jawab dengan tujuan suatu program dalam berjalan dengan sukses. Pengarahan adalah memberikan informasi atau arahan dari atasan kepada bawahan dengan maksud agar program berjalan dengan baik. Pengawasan yaitu penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan.
BAB III
TEORI MANAJEMEN


Seperti semua bidang studi lainnya, perkembangan teori manajemen terjadi begitu pesat. Oleh karena itu, agar pembahasan dan pemahaman tentang manajemen mengenai sasaran, perlu diketahui terlebih dahulu proses perkembangan teori – teori dan prinsp – prinsip manajemen yang akan memberikan landasan kuat bagi pemahaman perkembangan selanjutnya.
Teori – teori dan prinsip – priinsip manajemen membuat lebi mudah bagi manajer untuk memutuskan apa yang harus dilakukan agar dapat menjalankan fungsinya secara efektif. Tanpa teori, semua pembahasan adalah berupa intuisi, dugaan dan harapan yang akan membatasi penggunaannya dalam organisasi yang semakin kompleks.
Sayangnya sampai sekarang tidak ada suuatu teori umum atau sekumpulan hukum bagi maajemen yang dapat diterapkan untuk semua situasi. Sebagai manajer, akan menjumpai banyak pandangan tentang manajemen. Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai masalah yang berbeda – beda.
Dalam bab ini akan dibahas mengenai tiga aliran pemikiran manajemen yang ada yaitu aliran klasik, aliran hubungan manusiawi dan aliran manajemen  modern. Teori manajemen klasik ditemukan oleh Robert Owen dan Charles Babbage. Manajemen ilmiah ditemukan oleh Frederick W Taylor, Frank dan Lillian Gilbert dan Harrington Emerson. Teori organisasi klasik ditemukan Henri fayol. Aliran hubungan manusiawi ditemukan oleh Elton Mayo sementara aliran manajemen modern ditemukan oleh Abraham Maslow. Untuk pembahasan materi ini akan dijelaskan lebih detail oleh pengajar ketik perkuliahan berlangsung.





BAB IV
LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI

Seluruh manajer seharusnya tidak hanya memusatkan perhatian pada lingkungan internal organisasi tetapi juga menyadari pentingnya pengaruh eksternal terhadap organisasi yang dikelolanya. Manajer perlu mempertimbangkan unsure – unsur dan kekuatan kekuatan lingkungan eksternal dalam setiap kegiatannya. Manajer harus mengidentifikasi, menganalisia, mengevaluasi, mendiagnosa dan bereaksi terhadap kekuatan – kekuatan lingkungan, baik berupa kesempatan, risiko – risiko mauun ancaman yang mempunyai pengaruh pada operasi organisasi.
Pada bab ini akan dibahas faktor – faktor  lingkungan ekstern yang berpengaruh dan dipengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung terhadap operasi – operasi organisasi. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang tanggung jawab social manajer.
Lingkungan eksternal terdiri atas unsur – unsur di luar organisasi, yang sebagian besar tidak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer. Organisasi mendapatkan masukan – masukan yang dibutuhkan seperti bahan baku, dana tenaga kerja dan energi dari lingkungan eksternal, mentransformasikan menjadi produk dan jasa dan kemudian memberikan sebagai keluaran – keluaran kepada lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal mempunyai baik unsur – unsur yang berpengaruh langsung ( lingkungan ekstern mikro ) dan yang berpengaruh tidak langsung ( lingkungan ekstern makro ). Lingkungan ektsren mikro terdiri dari para pesaing, penyedia, langganan,lembaga – lembaga keuangan, pasar tenaga kerja dan perwakilan – pperwakilan pemerintah. Unsur – unsur lingkungan ekstern makro mencakup teknologi, ekonomi, politik dan social yang mempengaruhi iklim dimana organisasi beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan – kekuatan sebagai lingkungan ekstern mikro.


BAB V
PERENCANAAN


Perencanaan adalah proses dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Perbedaan pelaksanaan adalah hasil tipe dan tingkat perencanaan yang berbeda pula. Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, karena dalam kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih dibanding fungsi – fungsi manajemen lainnya. Fungsi – fungsi pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sebenarnya hanya melaksanakan keputusan – keputusan perencanaan.
Bab  ini akan membahas pengertian perencanaan, alasan perlunya perencanaan, hubungan fungsi perencanaan dengan fungsi – fungsi manajemen lainnya, tipe – tipe rencana, proses perencaaan startegik, hambatan – hambatan prses perencanaan. Dan cara bagaimana perencanaan dapat dibuat lebih efektif.
Sebelum manajer dapat mengorganisasi, mengarahkan atau mengawasi, mereka harus membuat rencana rencana yang memberikan tujuan dan arah organisasi. Dalam perencanaan, manajer memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukannya. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pmutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat  dicapai dengan mempertimbangkan kondsi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
Perencanaan mrupakan suatu proses yang tidak berakhir bila rencana tersebut telah ditetapkan, rencana yang harus diimplimemntasikan. Setiap saat selama proses implementasi dan pengawasan, rencana – rencana mungkin memerlukn modifikasi agar tetap berguna. Oleh karena itu perencanaan harus empertimbangkan kebutuhan fleksibilitas, agar mampu  menyesuaikan diri dengan situasi dan kndisi baru secepat mungkin.

BAB VI
PENGORGANISASIAN


Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok funsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi di alokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien. Dalam bab ini akan dibahas bermacam – macam aspek proses pengorganisasian.
Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi dan pembagian kerja. Departementalisasi merupakan pengelompokkan kegiatan kegiatan kerja suatu organiasi agar kegiatan – kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung bjawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.
Pelaksanaan proses pengorganisasian yang sukses, akan membuat suatu organisasi dapat mencapai tujuannya. Proses ini akan tercermin pada struktur organisasi, yang mencakup aspek – aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian yaitu 1). Pembagian kerja, 2).departementalisasi, 3).bagan organisasi  formal,5).rantai perintah, 6).saluran komunikasi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya Disini...................