Sabtu, 21 Juli 2012

CARA MEMBASMI HAMA TIKUS

  
Cara Membasmi Hama Tikus 
 
Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Karena tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi.

Masa reproduksi tikus yang relative singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Potensi perkembangbiakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Tikus sangat aktif di malam hari.

Tikus menyerang berbagai tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Yang membuat para tikus kuat memakan biji – bijian sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat dan tajam, sehingga tikus mudah untuk memakan biji – bijian.

Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. Apabila keadaan sawah itu rusak maka berarti sawah tersebut diserang tikus.
Untuk mengatasi serangan hama tikus, dapat dilakukan cara – cara sebagai berikut :
a. Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya.
b. Menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular.
c. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen.
d. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati – hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia.
 
 
Saya sebelumnya sudah mencoba berbagai cara mengatasi serangan tikus, diantaranya:
 
1. Menggunakan lem tikus, baik lem tikus yang sudah tersedia dengan balok tripleknya atau lem tikus yang model kemasan pasta gigi/tube.
2. menggunakan racun tikus dengan umpan nasi plus ikan pindang.
3. menggunakan perangkap kurungan tikus yang kotak yang terbuat dari kawat dengan umpan di dalam dan jika tikus memakan umpan maka pintu kandang akan tertutup dan tikus terperangkap di dalamnya.
4. Menggunakan perangkap dengan sistem jepretan dimana umpan diletakkan ditengah jepretan dari besi bergerigi dan jika tikus memakan umpan maka tikus akan terjepret dan tidak bisa kemana-mana karena "tergigit" oleh besi bergerigi tersebut.
5. Menggunakan racun umpan siap saji, yang tinggal tabur (biasa tersedia di supermarket)
6. Menggunakan racun celeng (yg biasa dijual dalam kemasan plastik transparan kecil dan berisi butiran yang agak besar spt pasir kasar dan bukan berupa bubuk halus), dikombinasikan dengan jagung tongkol dimana racun celeng diselipkan diantara butir-2 jagung muda yang ada tongkolnya.
 
 
Nah dari semua percobaan diatas memang ada plus dan minusnya, saya tidak akan panjang lebar menjelaskan plus minusnya, hanya TIPS yang akan saya berikan ini jika dibandingkan dengan cara-2 diatas memiliki banyak kelebihan dan efektifitasnya serta segi efisiensinya (berhubungan dengan cost tentunya)
 
OK, bahan yang dibutuhkan adalah sbb:
1. Racun tikus bubuk/cair merek apa saja (bisa racumin dari bayer,klerat,dll)
2. Siapkan campuran biji-2an yang biasa dipakai untuk pakan burung (biasanya sudah ada yg jual di warung yang biasa jual makanan burung dara/merpati/puter/ayam yang bisa dibeli kiloan). Biasanya penjual sudah meramu campuran biji-2an ini menjadi satu (biasanya campurannya berupa campuran remah hancuran jagung pipil, dicampur remah deplok'an kacang ijo, beras merah, juwawut, dll)
3. Minyak klentik bekas goreng pindang atau bekas goreng ikan asin (ambil bagian dasar yang kotor dan ada sisa-2 gorengan ikan pindang atau ikan asinnya)
4. wadah/kaleng bekas
5. sendok bekas
6. wadah bekas yang tidak terpakai misal bekas tutup kaleng susu yang terbuat dari plastik atau bekas wadah mentega, atau apa saja yang memiliki permukaan luas dan tidak berdinding tinggi.
 
 
Cara membuatnya sebagai berikut:
 
1. Ambil wadah/kaleng bekas dan sendok bekas
2. Masukkan campuran biji-2an tersebut kewadah secukupnya (mau buat sekilo juga boleh siapa tahu untuk areal persawahan, he..he...he...:)
3. Masukkan/tuang bahan racun ke biji-2an secukupnya
4. Masukkan/tuang sisa minyak klentik bekas goreng ikan asin/pindang ke dalam racikan tersebut sedikit saja jangan terlalu banyak
5. Aduk campuran tersebut dengan sendok bekas sampai campuran benar-2 lumer, kalau campuran masih terlihat kering, tambahkan lagi minyak klentik sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai adonan lumer terkena minyak klentik tersebut
6. Tuangkan adonan secukupnya ke wadah lain misalnya wadah bekas tutup kaleng susu atau wadah lain yang tidak terpakai (buat beberapa wadah yg kita letakkan adonan) lalu dari beberapa wadah "jajanan" tersebut kita letakkan di beberapa lokasi yang sering dilewati sang tikus tapi ingat kalau tempatnya agak terbuka harap diberi pelindung agar tidak tersiram air atau termakan oleh burung liar karena kalau sampai burung liar ikut memakannya wah kasihan bisa ikut koit tuh burung mengingat adonan tersebut ada biji-2an yang memang kesukaan burung liar.
7. Kita tinggal duduk manis sambil menunggu hasil panen, he...he..he..., biasanya dalam beberapa hari kita akan mendapat kabar berita duka dari gembongnya tikus yang jadi korban adonan maut tersebut, tinggal kita gali liang kubur lalu kita kuburkan secara masal (jangan dibuang disampah atau ke sungai, pencemaran)
 
 
Kenapa cara ini sangat efektif dan efisien....?
 
1. Dia menggunakan umpan berupa biji-2an yang nota bena adalah makanan favorit dari hewan pengerat ini.
2. Adonan dengan tambahan minyak klentik ini akan tahan lama dan aroma ikan asin/ikan pindang ini akan selalu membangkitkan gairah sang tikus untuk tidak melewatkan santapan spesial ini.
3. Ramuan bisa bertahan sampai berhari-2 tanpa perlu kita kawatir akan mubazir karena dia tidak akan busuk atau mengeras seperti kalau kita membuat umpan dari  campuran nasi dan ikan pindang.
4. Jika ramuan habis kita tinggal buat adonan baru dan tuang di lokasi yang sudah menjadi TKP 
5.Bahan yang dipergunakan sangat terjangkau dan awet, jadi kita tidak perlu sering-2 membuat adonan, tinggal tunggu sampai adonan habis
 
Kontra indikasi dan efek samping:
 
1. Mungkin tikus tidak kita temukan bangkainya, gampang tinggal tunggu aroma dan cari sumber aroma tersebut, dipastikan disanalah sang tikus tidur untuk selama-2nya
2.Bisa jadi tikus akan KO di tempat/rumah tetangga, atau mungkin di para-para rumah kita, siap-2 deh sewa spiderman utk mengambilnya (ini tergantung dari rendah atau kuatnya racun yg kita pergunakan, semakin kuat itu racun maka bangkai tikus akan kita temukan tidak jauh dari lokasi party tapi jika racunnya agak kurang berarti bisa dipastikan tikus akan KO pada radius yang lebih jauh lagi dari tempat party)

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya Disini...................