Jumat, 27 April 2012

Teknik Pembuatan Pestisida Organik


TEKNIK PEMBUATAN PESTISIDA NABATI

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan.  Pestisida nabati sudah lama digunakan oleh petani. Misalnya , penggunaan tembakau sebagi pestisida nabati sudah dipraktekkan tiga abad yang lalu. Petani di Perancis pada tahun 1690 telah menggunakan perasan daun tembakau untuk mengendalikan hama sejenis kepik pada tanaman persik.  Pada waktu itu, penggunaan pestisida nabati menjadi tumpuan pengendalian hama.  Tidak hanya daun tembakau, jenis tanaman lain yang digunakan sebagai insektisida, misalnya : bubuk piretrum (bunga krisan), tanaman Derris (akar tuba), biji familia Lily dan akar Ryania.   
Bubuk piretrum telah digunakan oleh orang Parsi untuk mengendalikan kutu sejak tahun 1800, sedangkan Derris telah digunakan di Asia sejak  tahun 1848. Namun dalam kurun waktu selanjutnya, penggunaan pestisida nabati mulai ditinggalkan akbiat ditemukannya DDT pada tahun 1939 yang kemudian digunakan secara meluas. Selanjutnya, produk pestisida sintetis mulai bermunculan.  Namun penggunaanya secara kurang bijaksana dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
Saat ini pestisida nabati mulai banyak diminati. Hal tersebut disebabkan oleh mahalnya harga pestisda kimia. Sejak terjadinya krisis moneter, harga pestisida kimia naik menjadi 2-3 kali lipat. Selain itu, penyemprotan dengan menggunakan pestisida kimia secara tidak bijaksana telah menyebabkan hama kebal terhadap pestisida. Karena beberapa hama telah kebal terhadap pestisida, petani cenderung menggunakan dosis pestisida yang lebih tinggi dan dilakukan berulang-ulang. Kondisi yang demikian dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
Salah satu alternatif  yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan pestisda nabati. Penggunaan pestisida nabati selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, harganya lebih murah dibandingkan penggunaan pestisida sintetis/kimia.
Pestisida nabati dapat dibuat dengan menggunakan tenologi tinggi dan dapat dikerjakan dalam skala industri. Namun dapat pula dikerjakan dengan teknologi sederhana oleh kelompok tani atau perorangan. Pestisida nabati yang  dibuat secara sederhana dapat berupa larutan hasil perasan, rendaman, ekstrak, dan rebusan bagian tanaman atau tumbuhan, yakni berupa akar, umbi, batang, daun, biji, dan buah. Apabila dibandingkan dengan pestisida kimia, penggunaan pestisida nabati relatif lebih murah dan aman  serta mudah dibuat sehari.
Berdasarkan studi dari berbagai pustaka, ada beberapa jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati melalui teknologi sederhana. Jenis - jenis  tanaman tersebut beserta bagiannya antara lain :
  1. Daun tanaman gamal/ambas (Gliricida sepium)
  2. Ranting dan kulit pacar cina (Aglaoia odorata)
  3. Umbi gadung (Dioscorea hispida)
  4. Akar, batang dan daun tembakau (Nicotiana tabacum)
  5. Daun dan biji mimba (Azadirachta indica)
  6. Biji Srikaya (Annona squamosa)
  7. Biji nona Seberang/ Sirsak (Annona glabra)
  8. Akar tuba (Derris eliptica)
  9. Bunga piretrum (Chrysantemum cinerariaefolium)
  10. Daun dan biji mindi (Melia Azadirach)
  11. Daun sirih hutan (Piper sp)
  12. Biji Jarak (Ricinus communis)
  13. Daun Pepaya (Carica papaya)
Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangga hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal.
Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu :
(1) merusak perkembangan telur, larva, dan pupa;
(2) menghambat pergantian kulit;
(3) mengganggu komunikasi serangga ;
(4) menyebabkan serangga menolak makan;
(5) menghambat reproduksi serangga betina;
(6) mengurangi nafsu makan;
(7) Memblokir kemampuan makan serangga;
(8) Mengusir serangga ; dan
 (9) menghambat perkembangan patogen penyakit.
Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pestisida nabati adalah :
(1) murah dan mudah dibuat oeh petani ;
(2) relatif  aman terhadap lingkungan;
(3) tidak menyebabkan keracunan makanan pada makanan;
(4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama;
(5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain; dan
(6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas dari residu kimia.
Sementara, kelemahannya adalah :
(1) daya kerjanya relatif lebih lambat;
(2)  tidak membunuh jasad secara langsung ;
(3) tidak tahan terhadap sinar matahari ;
(4) kurang praktis ;
(5) tidak tahan disimpan ; dan
(6) kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang.
Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyaput (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan ke dalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman di mana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia batang ambang kendali, peru dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

PROSEDUR PEMBUATAN PESTISIDA NABATI
Pembuatan pestisida nabati memerlukan alat bantu yang sederhana, antara lain blender, penumbuk, panci (wadah) selama pemanasan, ember plastik, pengaduk kayu, timbangan, pisau, serta alat bantu lainnya. Berikut ini diinformasikan teknologi sederhana pembuatan pestisida nabati yang diambil dari berbagai sumber pustaka.
  • Pestisida Nabati Daun Gamal 
Kandungan bahan aktif daun gamal adalah tannin.Ekstrak pestisida nabati daun gamal efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.
Daun gamal dapat digunakan sebagai insektisida jika ditambah dengan minyak tanah dan detergen. Ekstrak daun gamal tanpa tambahan minyak tanah sangat rendah keefektifannya. Namun, penggunaan minyak tanah harus dilakukan dengan hati-hati. Penggunaan minyak tanah yang terlalu sering bisa menyebabkan daun terbakar. Penggunaan minyak tanah mendekati saat-saat panen dapat menimbulkan bau pada hasil pertanian.
Pestisida nabati daun gamal dibuat dengan cara sebagai berikut.
  1. Tumbuk/hancurkan 100-150 g daun gamal segar dengan penambahan 250 ml air (bisa menggunakan blender) hingga menjadi larutan.     
  2. Masukkan larutan tersebut ke dalam kantong kain halus dan peras (atau dapat pula disaring dengan saringan halus). Tampung larutan perasan atau hasil penyaringan dalam ember berukuran 10 liter.
  3. Tambahkan 250 ml minyak tanah ditambah 50 g  detergen dan aduk sampai rata.
  4. Tambahkan 8 liter air, aduk sampai rata.
  5. Semprotkan larutan tersebut ke pertanaman dengan menggunakan alat semprot.  
  • Pestisida Nabati Pacar Cina
Kandungan bahan aktif tanaman pacar cina adalah minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin.   Pestisida nabati pacar cina efektif untuk mengendalikan hama ulat. Cara pembuatan pestisida nabati pacar cina adalah sebagai berikut :
  1. Hancurkan 50 -100 g ranting atau kulit batang pacar cina dengan penambahan 1 liter air dan 1 g detergen (bisa juga direbus selama 45-75 menit) hingga menjadi larutan.
  2. Saring larutan tersebut dengan kain/saringan halus.
  3. Semprotkan larutan hasil penyaringan tersebut ke pertanaman.
Selamat mencoba ...
semoga bermanfaat...salam petani

     





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya Disini...................