Jumat, 27 April 2012

Proposal Pengembangan Usaha Ternak Kambing


PROPOSAL
PENGEMBANGAN USAHA TERNAK KAMBING

Pendahuluan

Terkait kebutuhan, pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia, yang tidak sebanding dengan jumlah produksi ternak kambing, sehingga diperkirakan peternak tidak akan mampu memenuhi permintaan dari hari kehari. Hal ini terjadi karena pola ternak kambing di Indonesia masih didominasi oleh peternak skala kecil dengan jumlah ternak rata-rata 2 ekor per keluarga sementara pakan yang tersedia utamanya di bagian pelosok sanagat memadai. Produksi ternak skala kecil semacan ini tentunya tidak akan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Tidak berbeda jauh dengan pola ternak yang ada di Kabupaten Polewali Mandar yang didominasi oleh peternak skala kecil dan bahkan kebanyakan dari peternak tersebut adalah buruh ternak kambing orang lain dan hasilnya di bagi, sehingga peternak-peternak tersebut tetap dalam kondisi tidak berdaya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan hal tersebut berdampak pada tingkat ketidak mampuan untuk membiayai sekolah dan jaminan kesehatan bagi keluarga. Banyaknya masyarakat yang jadi buruh ternak kambingkarena kurangnya akses informasi dan permodalan bagi  masyarakat dalam membuka usaha. Lembaga Perbankkan terlalu birokratis untuk dapat di akses oleh masyarakat.

Sementara Potensi Sumberdaya Alam (SDA) dalam hal ketersediaan pakan ternak dan potensi-potensi lain untuk pakan ternak di lingkungan sekitar cukup banyak tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan pakan ternak, antara lain :

1.      Gamal ( Saat ini di budidayakan oleh masyarakat petani sebagai pelindung kakao dalam hal ini akan menjadi dwi fungsi. )
2.      Cabang kakao hasil pemangkasan telah menjadi makanan ternak kambing
3.      Daun pisang
4.      Lantoro juga dibudidayakan untuk pelindung kakao sekaligus makanan kambing.
5.      Rumput-rumput liar yang tidak kala banyaknya dengan pakan peliharaan

Gapoktan wadah Swadya Masyarakat yang selama ini eksis mendampingi masyarakat dan memberi pelayanan peningkatan SDM.
Sesuai dengan nama Gabungan Kelompok Tani , saat ini peduli pada  masyarakat ekonomi lemah dengan pola Usaha Kelompok Ternak, mengorganisir buruh ternak kambing kedalam Usaha Kelompok Ternak  untuk memudahkan dalam pembinaan usaha ternak sehingga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga. Akan tetapi untuk merealisasikan rencana kegiatan ini tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga diperlukan sinergi antara pihak ketiga sebagai Pemodal, Gapoktan sebagai pendamping program dan buruh ternak yang akan ditingkatkan kesejahteraannya.

Rumusan Masalah

Tingginya tingkat  kebutuhan Aqiqah dan binatang Qurban yang tidak sebanding dengan jumlah produksi ternak dan masih banyaknya warga masyarakat khususnya yang ada di Kec. Tubbi Taramanu Kab. Polewali Mandar yang bekerja sebagai buruh ternak dalam memunuhi kebutuhan rumah tangga serta kurangnya akses informasi dan permodalan untuk membuka usaha.
Usaha Ternak Kambing   di Kec. Anreapi  Kabupaten Polewali Mandar cukup prospek untuk  di kembangkan karena :
1.      Ketersediaan Pakan ternak  di Kabupaten Polewali Mandar cukup besar khususnya Anreapi, itu bisa dilihat dari kondisi wilayah yang memiliki berbagai jenis pakan yang dapat dimakan oleh kambing
2.      Sumberdaya manusia yang rata-rata selama ini telah bekerja sebagai buruh ternak kambingsehingga mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan ternak kambing
3.      Kebutuhan Pasar  Kambing

Rencana Jadwal Kegiatan
  1. Pada bulan pertama, akan dilakukan sosialisai program kepada anggota kelompok, lalu kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kandang.
  2. Bulan kedua, Pelatihan Kelompok yang meliputi .
    1. Mamfaat Berkelompok
    2. Manajemen Usaha
    3. Bisnis Plan Usaha Kelompok. 
    4. Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga.
  3. Bulan ketiga, pengadaan Bibit Kambing dan tenaga penyuluh dari dinas pertanian dan peternakan
  4. Bulan selanjutnya pemantauan Perkembangan Usaha  dan kendala
Tujuan Program
1. Tujuan Akhir
      Peran industri kecil dan menengah merupakan bagian penting dalam pengembangan perekonomian rakyat yang berbasis local, berorientasi ekspor, dan diharapkan perannya akan meluas dalam penyediaan lapangan pekerjaan dan usaha, peningkatan pendapatan  masyarakat, penerimaan devisa melalui kegiatan ekspor, memperkuat struktur industri, mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa serta pelestarian seni dan budaya.

2. Tujuan Khusus
Membantu 250 (Dua Ratus Lima Puluh) orang Peternak  yang terdiri dari 25 (Dua Puluh Lima) Usaha Kelompok Ternak agar setiap satu kelompok memiliki 20 (Dua puluh) ekor kambing.   

Strategi dan Rencana Kegiatan
Keberadaan Usaha Kelompok Ternak  bagi warga miskin ditengah masyarakat telah menjadi sarana untuk meningkatkan sarana produktif (Khususnya dalam peningkatan pendapatan), menyediakan sebahagian kebutuhan yang diperlukan bagi keluarga miskin, menciptakan keharmonisan hubungan sosial antar warga, menyelesaikan masalah sosial yang dirasakan keluarga miskin, Keberadaan Usaha Kelompok Ternak merupakan media untuk meningkatkan motivasi warga miskin untuk lebih maju secara ekonomi dan sosial, meningkatkan interaksi secara sosial dan kerjasama dalam kelompok, mendayagunakan potensi dan sumber daya sosial ekonomi lokal, memperkuat budaya kewirausahaan, mengembangkan akses sosial ekonomi dengan berbagai pihak yang terkait.  

Usaha Kelompok Ternak terbentuk dilandasi oleh nilai filosofis “dari”, “oleh” dan “untuk” masyarakat. Artinya bahwa keberadaan suatu Usaha Kelompok Ternak di manapun  berada (desa atau kota ) adalah berasal dari masyarakat setempat, pembentukannya oleh masyarakat setempat dan peruntukannya juga adalah untuk anggota masyarakat setempat. Karena konsep  demikian, maka pembentukan dan pengembangan  Usaha Kelompok Ternak harus dicirikan nilai dan norma budaya setempat.
            Orientasi kegiatan pemberdayaan ini diarahkan pada upaya peningkatan produktifitas warga miskin sehingga memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan usaha Ekonomi Produktif yang menghasilkan keuntungan dan pendapatan, sedangkan pemerintah lebih memposisikan diri sebagai fasilitator dan motivator.

Mengapa Harus Melalui Usaha Kelompok Ternak
Yang menjadi sasaran Usaha Kelompok Ternakadalah masyarakat yang selama ini bekerja sebagai  buruh ternak kambing  dan mereka memiliki keterbatasan      berbagai hal, seperti keterbatasan Pendapatan Pendidikan, Kepemilikan, Modal, Komunikasi, Tehnologi dan lain-lain. Dengan strategi Usaha Kelompok, mereka yang selama ini bekerja sebagi buru ternak diarahkan  dalam kelompok, sehingga akan memudahkan dalam pembinaan, monitorin dan pembinaan akan lebih efektif dan efisien baik dari segi pembiayaan tenaga dan waktu yang digunakan. Di samping itu, para anggota ini dapat saling kerja sama secara lebih mudah dibandingkan bila mereka saling berpencar.

Dengan pembinaan melalui kelompok, maka diharapkan kelompok ini akan saling membantu satu sama lain antara yang lemah dan yang lebih mampu, baik dalam kemampuan, keterampilan, modal dan lain-lain yang terkait dengan kegiatan-kegiatan Usaha Kelompok Ternak. Melalui Kelompok Usaha Bersama diharapkan dapat meningkatkan  pengetahuan dan wawasan berfikir para anggota karena mereka dituntuk suatu kemampuan manajerial untuk mengelola usaha yang sedang dijalankan, dan berupaya menggali dan memamfaatkan sumber-sumber yang tersedia di lingkungan untuk keberhasilan kelompoknya . Diharapkan dengan Usaha Kelompok  dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, kegotongroyongan, rasa kepedulian dan kesetiakawanan sosial
Jangka Waktu Program
Jangka waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan Pengembangan Usaha Ternak Kambing   yaitu tak terhingga dan direncanakan dimulai tahun 2010
Lokasi Kegiatan
 Kegiatan Pengembangan Ternak Kambing berlokasi di wilayah Kec. Anreapi Kabupaten Polewali Mandar,  dengan melihat Potensi yang ada  di Kecamatan Anreapi cukup banyak. Dan rata-ratamasyarakat bekerja sebagai petani dan cocok diparalelkan dengan Ternak Kambing.
Sasaran Program
Yang menjadi sasaran program Pengembangan Usaha Ternak Kambing adalah masyarakat miskin yang selama ini bekerja sebagai buruh ternak dan pada umumnya masyarakat Anreapi layak jadi peternak Kambing disesuaikan dengan wilayahnya namun pada langkah pertama ini kami hanya melayani permintaan dari 25 (Dua puluh Lima) Kelompok terdiri dari 250 orang.

Evaluasi Program
Dalam masa Program Pengembangan Usaha Kelompok Ternak Kambing, maka akan diadakan evaluasi program untuk mengukur sejauh mana program telah mencapai tujuan Khusus yang telah dibuat dan kendala yang dialami selama program berjalan.
Laporan Kegiatan

Agar Kegiatan Program pengembangan Usaha Kelompok Ternak Kambing ini dapat diketahui setiap saat maka kami selaku pelaksana program akan memberikan laporan pertriwulan atau semesteran kepada penyandan dana program.

Anggaran Kegiatan Pengembangan Usaha Kelompok Ternak Kambing  

Untuk dapat membantu 250 (Dua Ratus Lima Puluh) orang yang terdiri dari 25 Kelompok Usaha  dalam rangka peningkatan prfoduktifitas Usaha Kelompok Ternak Kambing dan peningkatan kesejahteraannya maka besar anggaran yang kami butuhkan yaitu sebesar Rp. 612.500.000,- (enam ratus tujuh puluh lima  juta rupiah)  dengan rincian sebagai berikut :

1 komentar:

Silahkan Komentarnya Disini...................