Senin, 04 Februari 2013

WERENG PUNGGUNG PUTIH

Vertebrata Hama : WERENG PUNGGUNG PUTIH


Wereng punggung putih (Sogatella furcifera Horvarth), menyebar luas di beberapa wilayah. Di Indonesia S. furcifera merupakan serangga tua yang dikenal sejak tahun 1930. Pada MH 1982/83, hama ini telah menyerang pertanaman padi berumur 2-3 minggu setelah tanam seluas 500 ha di Perum Sang Hyang Seri. Varietas yang diserang ialah Cisadane, Cipunagara, Krueng Aceh, dan galur GH 147. Mulai 1995 yaitu setelah 13 tahun dari mulai menyerang varietas unggul baru dan galur atau 11 tahun sejak beratribut serangga k-strategik (yang mempunyai ciri perkembangbiakannya sangat lamban dan populasinya stabil rendah untuk mempertahankan makanan supaya tetap tersedia), perkembangan populasi S. furcifera mulai mengarah kepada serangga yang r-strategik dengan ciri yang sama seperti pada wereng coklat. Mulai tahun 2000 populasi S. furcifera di jalur pantura mendominasi populasi wereng coklat dan pada tahun 2009 sudah mulai menimbulkan ledakan sampai mati terbakar (hopperburn) pada tanaman padi hibrida SL-8. Di luar Jalur Pantura mulai Brebes-Jawa tengah sampai Mojokerto-Jawa Timur peningkatan populasi S. furcifera belum terlihat. Oleh karena itu serangan S. furcifera atau campuran S. furcifera dan wereng coklat perlu diwaspadai karena akan menjadi ancaman yang serius dan pada saat merealisasikan Peningkatan Produksi Padi Nasional (P2BN). Perlu menyediakan varietas tahan S. furcifera dan perlu pola distribusi varietas berdasarkan biotipe S. furcifera sejak awal. Bila terjadi serangan wereng coklat dan S. furcifera segera gunakan bahan kimia yang pemakaiannya berdasarkan patrun ambang ekonomi ganda antara dua wereng tersebut. Beberapa faktor yang diduga mendukung perkembangan hama ini adalah: penggunaan padi hibrida dan pemupukan yang berlebihan, teknik pengendalian yang kurang tepat, serta pengaruh cuaca

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya Disini...................