Minggu, 10 Februari 2013

CARA BUDIDAYA KAYU JABON

CARA BUDIDAYA KAYU JABON

 Seiring dengan meningkatnya kebutuhan kayu di masyarakat ditambah dengan adanya larangan menebang kayu hutan negara oleh pemerintah maka menanam tanaman kayu jabon dapat menjadi solusi akan kebutuhan tersebut.
budidaya jabon

Jabon atau yang lebih dikenal masyarakat banjar dengan nama kelampayan merupakan jenis kayu daun lebar ringan dengan sifat kayu keras, berwana putih krem hingga kekuningan, kelas awet V dan kelas kuat III-IV. Tajuk atau citra pohon jabon seperti payung besar.
Jabon merupakan salah satu tanaman kayu cepat tumbuh. Pada usia mudanya, pertumbuhan diameter jabon bisa menembus angka 10 cm/tahun. Batangnya yang lurus dan silinder juga menjadi nilai plus bagi tanaman bongsor ini. Potensi tersebut akan muncul ketika jabon ditanam di tempat yang tepat dan dengan perawatan yang optimal.
Meskipun jabon bisa tumbuh di dataran hingga ketinggian 1.000 m dpl, sebaiknya penanaman jabon memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.
• Hindari lahan-lahan yang becek dan berpotensi tergenang pada musim hujan. Kondisi tanah tersebut memang tidak mematikan tanaman jabon, tetapi akan mengurangi pertumbuhan jabon.
• Jabon akan tumbuh secara produktif jika ditanam di bawah ketinggian 500 m dpl.
• Jabon tidak tahan terhadap naungan, bebaskan naungan sewaktu penyiapan lahan.
• Waspadai semak belukar di awal penanaman jabon yang mungkin akan menutup bibit yang baru ditanam sehingga tanaman jabon bisa mati karena kalah saing dalam sinar matahari, ruang, dan nutrisi dengan semak belukar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentarnya Disini...................