Tampilkan postingan dengan label Budidaya Pisang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Pisang. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

CARA MEMPERBANYAK BENIH PISANG

Memperbanyak Benih Pisang Dengan Bonggol


Pisang merupakan komoditas yang banyak diusahakan petani.  Sebaran penanamanya sangat luas, hampir semua daerah pasti akan kita temui tanaman pisang dengan  berbagai jenis dan varietas yang ditanam.  Ini dapat dimaklumi karena pisang mudah ditanam, tidak perlu teknologi yang tinggi dan manfaatnya sangat besar.  Selain buahnya, pisang juga dapat dipanen dalam bentuk daunya untuk pembungkus aneka makanan.  Buah pisang juga dapat diolah dengan berbagai macam makanan yang menarik dan bergizi tinggi.

Namun menanam pisang kadang menghadapi masalah berkaitan dengan penyediaan benih untuk budidayanya.  Benih pisang biasanya diambil dari anakan pisang yang dipisahkan dan dijadikan benih.  Tentu jumlahnya terbatas, apalagi kalau kita memerlukannya dalam jumlah banyak tentu sangat kesulitan untuk memenuhinya.   Pada beberapa perusahaan yang besar mereka memenuhi kebutuhan benihnya dengan benih dari kultur jaringan yang bisa dipesan dengan jumlah yang besar, kualitas benih seragam dan bebas patogen. Ini tentu tidak bisa dilakukan oleh petani kebanyakan,mereka tentu kesulitan untuk memperoleh benih pisang kultur jaringan, apalagi harganya masih relatif tinggi sehingga tidak terjangkau oleh petani.
Solusi yang bisa dilakukan oleh petani adalah memperbanyak benih pisang sendiri dengan menggunakan bonggol.  Bonggol adalah batang pisang yang berada di bagian bawah, dimana biasanya anakan / tunas pisang tumbuh.
Bonggol yang dapat digunakan berupa bonggol yang masih melekat pada tanaman induk ataupun bonggol yang sudah dipisahkan dari tanaman induknya.  Perbanyakan yang digunakan adalah anakan yang berumur 15 – 20 cm.  Anakan tersebut tidak dipisahkan dari tanaman induk, tetap  berada di lahan dan melekat pada tanaman induk.  Dengan cara ini tunas baru yang diinginkan akan tumbuh lebih cepat karena sistem perakaran dari bonggol anakan tidak terganggu.  Dengan cara ini dapat dihasilkan kurang lebih 700 benih dari 1 bonggol dalam waktu kurang lebih 8 bulan.

Senin, 04 Februari 2013

CARA BUDIDAYA PISANG



CARA MENANAM PISANG



Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif. Sehingga, produksi pisang Indonesia rendah, dan tidak mampu bersaing di pasar internasional. Untuk itu PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu petani meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3).
II. SYARAT TUMBUH
2.1. Iklim
a. Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis.
b. Kecepatan angin tidak terlalu tinggi.
c. Curah hujan optimal adalah 1.520 - 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering.
2.2. Media Tanam
a. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
c. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
2.3.Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
- Perbanyakan dengan cara vegetatif berupa tunas (anakan).
- Tinggi anakan untuk bibit 1 - 1,5 m, lebar potongan umbi 15 - 20 cm.
- Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
- Bibit yang baik daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit.
3.2. Penyiapan Bibit
- Tanaman untuk bibit ditanam dgn jarak tanam 2×2 m
- Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7- 9.
3.3. Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam
- Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.
- Simpan bibit di tempat teduh 1 - 2 hari sebelum tanam.
- Buang daun yang lebar.
- Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA (1 - 2 tutup), HORMONIK (0,5 -1 tutup), Natural GLIO (1 - 2 sendok makan) dalam setiap 10 liter air, selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan.
- Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.
3.4. Pengolahan Media Tanam
- Lakukan pembasmian gulma, rumput atau semak-semak.
- Gemburkan tanah yang masih padat
- Buat sengkedan terutama pada tanah miring dan buat juga saluran pengeluaran air.
- Dianjurkan menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan.
3.5. Teknik Penanaman

KEGIATAN